Selasa, 06 Oktober 2009

Info Pencak Silat  

0 komentar


Pencak Silat Target Juara Umum AIG 2009

Seperti halnya di SEA Games, cabang pencak silat Indonesia juga memasang target juara umum pada ajang Asian Indoor Games (AIG) 2009 yang akan berlangsung 2-8 November di Vietnam. Untuk memenuhi target tersebut paling tidak lima atau empat emas harus di tangan.

Menurut Manajer Tim Pencak Silat Indonesia untuk AIG, Aulia Bonanza, target lima atau empat emas merupakan target yang realistis dari 10 kelas yang diikuti tim Indonesia. "Saya optimistis target juara umum bisa kita rebut," ujar pria yang akrab disapa Bonie ini.

Menurut Bonie, pada ajang AIG di Vietnam nanti, Indonesia akan bertanding di kelas B Putra, C putra, D Putra, F Putra, G Putra, dan kategori seni tunggal putra. Sementara di bagian putri akan bertanding di kelas C, B, E, dan seni tunggal putri

Lantaran waktu yang tinggal sebulan lagi, menurut Bonie, aspek kecepatan, power, dan fisik atlet akan menjadi sorotan. "Saya lihat kondisi atlet menurun sejak puasa lalu. Terlebih mereka juga sempat break selama sepekan saat Idul Fitri kemarin. Dampaknya, kecepatan dan power terlihat menurun. Tapi, saya optimistis dalam rentang waktu sebulan ini mereka sudah bisa kembali dalam performa yang prima," ujar pria berkumis itu.

Menurut Bonie, uji coba yang dilakukan Jumat (2/10) lalu melawan tim pencak silat DKI Jakarta, tak lain bertujuan untuk mengukur kesiapan tim jelang AIG. "Dari sini kita lihat kecepatan dan power mereka perlu diperbaiki. Kalau soal teknik, tak usah diragukan lagi, mereka pasti sudah mengusainya," ujar Bonie

Dikatakan Bonie, Vietnam masih menjadi lawan tangguh yang harus diwaspadai, selain juga Thailand. "Kita akui Vietnam dan Thailand merupakan lawan berat, meski kita juga tidak boleh menganggap remeh peserta lainnya. Tapi, saya tetap optimistis kita bisa meraih juara umum," ujarnya.

Diakui Bonie, target menjadi juara umum merupakan beban yang harus dipikul. Apalagi Indonesia sebagai negara asal pencak silat. "Memang beban, tapi kita berharap hal itu tidak menjadi tekanan. Malah hal itu harus bisa menjadi motivasi kita untuk berbuat yang terbaik bagi bangsa Indonesia," katanya. (suara karya)


IPSI Jabar Gelar Sirkuit Seri III

Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Jawa Barat akan menggelar sirkuit seri III Kejuaraan Antarperguruan Silat se-Jabar pada 20-21 Oktober mendatang di Kota Bandung. Diperkirakan 10 perguruan plus Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) akan ikut sirkuit kali ini.

"Sebelumnya, Bekasi memang mengajukan diri menjadi tuan rumah. Tetapi berdasarkan masukan dari perguruan, akhirnya dilaksanakan di Kota Bandung. Hal itu didasari anggaran cukup besar yang harus dikeluarkan perguruan jika dilaksanakan di Bekasi. Sedangkan jika di Kota Bandung, anggaran bisa lebih ditekan," ujar Ketua II IPSI Jabar, Maryatno di Sekretariat IPSI Jabar, Kamis (1/10).

Selain itu, sebelumnya seri III akan dilaksanakan pada 17-18 Oktober. Namun karena sebagian pesilat perguruan tengah mewakili Jabar dalam Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (Pomnas) di Sumatra Selatan, maka akhirnya diundur pada 20-21 Oktober.

Menurut Maryatno, sirkuit ini dirancang IPSI Jabar untuk memberikan kesempatan kepada para pesilat dari perguruan untuk menambah jam terbangnya. Karena, di Jabar masih sangat sedikit even yang diperuntukkan bagi perguruan untuk bertanding. Padahal, perguruan merupakan titik awal lahirnya pesilat andal.

"Kita memang sengaja rentang pelaksanakan seri setiap 3 bulan sekali. Ini menjadi ajang uji coba setelah mereka melakukan latihan di perguruannya," jelasnya.

Diakui Maryatno, sirkuit pencak silat ini memang tidak menyediakan penghargaan berupa materi. Karena, sirkuit ini terselenggara hanya mengandalkan pendaftaran dari perguruan. "Tetapi memang itu keinginan dari perguruan. Mereka ingin agar ada wadah untuk melakukan uji coba pesilatnya," ungkapnya.

Hal lain yang didapat pada sirkuit ini, lanjut Maryatno, setiap pesilat dapat melakukan 2-3 kali pertandingan dalam sehari. Hal ini berbeda dengan kejuaraan yang biasa digelar. Sehingga, pesilat yang ikut memang harus benar-benar siap.

"Kita ingin mencontoh karate atau taekwondo. Mereka bisa melaksanakan 2-3 kali tanding dalam sehari. Kenapa pencak silat tidak?" ujarnya.

Pada sirkuit seri III ini, setiap perguruan dapat mengirimkan 8 atletnya yang terdiri dari 5 atlet putra dan 3 atlet putri.

Sedangkan grandfinal, IPSI Jabar tengah mengkaji kemungkinan di gelar di pusat perbelanjaan di Kota Bandung. Hal itu untuk menunjukkan kepada publik, bahwa pencak silat merupakan olahraga yang layak ditonton. (galamedia)

READ MORE - Info Pencak Silat

Info Taekwondo  

0 komentar


Dua Taekwondoin Jawa Timur mengikuti kejuaraan dunia

Kemampuan Tim Taekwondo Indonesia yang tergabung di Pelatihan Nasional (Pelatnas) Sea Games terus ditingkatkan.

Setelah melakukan beberapa kali try out ke luar negeri, Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PB TI) akan memberangkatkan 2 atlet ke kejuaraan dunia di Copenhagen Denmark sesudah lebaran sekitar 18 Oktober.

SATRIONO satu di antara pelatih Senior Taekwondo Indonesia di Pelatnas mengatakan kedua atlet itu semuanya dari Jawa Timur. Mereka adalah RAHADEWI NETA dan CATUR YUNI.

SATRIONO mengatakan keterlibatan kedua atlet di kejuaraan dunia di Copenhagen ini karena pertimbangan pemerataan. Karena sebelumnya atlet Pelatnas yang lain sudah pernah dikirim ke beberapa negara.

Masing-masing atlet Pelatnas sudah mendapatkan giliran. Sementara untuk event di Copenhagen menjadi jatah NETA dan CATUR YUNI.

Tentang target di kejuaraan dunia, SATRIONO mengatakan pengurus di Pelatnas tidak membebani target tinggi pada atletnya. Yang penting mereka bisa tampil maksimal. Karena event ini hanya dijadikan arena menimba pengalaman dan jam terbang atlet.

Untuk sementara ini, tim Pelatnas Taekwondo Indonesia yang menjalani latihan di Pantai Indah Kapuk diperkuat 12 atlet. Mereka masuk Pelatnas sejak tahun lalu. Keduabelas atlet ini yang paling berpeluang dilibatkan di Sea Games Laos pada Desember mendatang. (surabayanet)


Sumsel Ambil Alih Taekwondo

Sumatra Selatan menyatakan siap mengambil alih tempat pertandingan cabang olahraga taekwondo dari Jawa Tengah yang semula ditunjuk KONI Pusat sebagai penyelenggara pertandingan SEA Games 2011 di Indonesia.

Gubernur Sumsel H Alex Noerdin mengatakan Provinsi Sumsel siap menerima berapa pun cabang olahraga yang akan dipertandingkan di Palembang.

"Jika Jateng merasa tidak mampu, kami siap menggantikannya. Bukan hanya taekwondo, cabang olahraga lain pun akan kami terima," kata Alex di Palembang, Minggu (27/9).

Sumsel adalah satu dari empat provinsi yang ditunjuk sebagai tuan rumah SEA Games 2011. Tiga provinsi lainnya adalah DKI Jakarta, Jawa Barat dan Jawa Tengah.

Sumsel dipercaya menyelenggarakan sembilan dari 43 cabang olahraga yang akan dipertandingkan. Kesembilan cabor itu, menembak, renang, angkat besi, senam, atletik, sepak bola, gulat, wushu dan panjat tebing.

"Dengan mempertandingkan banyak cabang olahraga di sini, maka kans Sumsel menjadi tuan rumah pembukaan SEA Games menjadi semakin terbuka," ucap mantan Bupati Musi Banyuasin ini.

Perkiraan sementara Pemprov Sumsel, terdapat 4.200 atlet yang akan bertanding di Sumsel dengan asumsi sembilan cabang. Sedangkan DKI Jakarta, Jawa Barat dan Jawa Tengah diperkirakan di bawah angka 3.000 atlet.

"Sumsel sebagai tuan rumah SEA Games masih mempunyai waktu dua tahun untuk berbenah menyiapkan sarana dan prasarana serta fasilitas yang dibutuhkan. Pemprov Sumsel juga berusaha tidak mengunakan dana APBD tapi memanfaatkan dana dari pihak ketiga atau sponsor," ucap dia.

Dia mengatakan, dalam waktu dekat Pemprov Sumsel akan membangun lapangan tembak dan lapangan golf bertaraf internasional di kompleks olah raga Jakabaring, Palembang, Sumsel (harian global)


READ MORE - Info Taekwondo

Info Karate  

0 komentar


20 Karateka Bertanding ke Turki

Atlet karate nasional Hendro Salim (21) menyatakan siap untuk memberikan yang terbaik di ajang Turki Open yang akan berlangsung 10-11 Oktober 2009.

Hendro yang menekuni kelas 80 kilogram ini bersama 20 atlet karate lainnya pada Selasa bertolak ke Turki untuk mengikuti kejuaraan tersebut setelah berlatih di Pelatnas sepulang dari kejuaraan Federasi Karate Dunia (WKF) di China baru-baru ini.

"Saya siap memberikan yang terbaik di Turki, apalagi saya bertekad ingin mempersembahkan medali emas di SEA Games Laos nanti," ujarnya.

Rombongan atlet Indonesia bertolak ke Turki pada Selasa (6/10) pukul 07:30 WIB. Secara pribadi, atlet kelahiran Makassar 18 April 1988 ini mengaku siap 100 persen untuk tampil di Turki sebagai ajang ujicoba terakhir tim karate menjelang ke SEA Games Laos.

Hendro yang tercatat sebagai mahasiswa semester tujuh pada Fakultas Hukum Universitas Kristen Indonesia Paulus (UKIP) Makassar ini merasa belum puas jika dirinya belum berhasil mempersembahkan medali emas di ajang SEA Games.

Padahal sebelumnya, anak kedua dari empat bersaudara ini pernah meraih dua medali emas di Malaysia Open dari perorangan dan beregu, tetapi di ajang Asian Martial Arts Games ia mendapat medali perak.

"Kondisi saya siap 100 persen. Suasana dalam tim kami mantap. Secara pribadi saya terobsesi ingin menyumbangkan medali emas setelah pada 2007 hanya kebagian dua medali perunggu. Mudah-mudahan di SEA Games Laos saya bisa lebih percaya diri. Saya ingin sekali meraih medali emas," ujar anak pasangan Agus Salim dan Sherly Daniel ini.

Hendro yang bertinggi badan 185 centimeter dan bobot 80 kilogram ini merupakan salah satu atlet andalan Indonesia yang memiliki postur ideal. Atlet yang juga hobby bolabasket, voli dan futsal ini mengungkapkan seluruh atlet Indonesia yang mengikuti 16 kelas akan bertarung di Turki Open dalam satu hari pada 11 Oktober karena sehari sebelumnya hanya mempertandingkan kadet dan junior.

Ke Turki Open 2009, Hendro Salim berangkat bersama Umar Syarif, Faisal Zainuddin, Azwar, Fidelis Lolobua, Raphael Meirizki, Ismail Aswar, Ade Bagus Sutrisno, Donny Dharmawan, Jintar Simanjuntak, Flenty Enoch, Dewi, Eka Yulianti, Alit Tresna, Ayu Safitri, Yolanda Asmuruf, Puspita Triana Gustin, Tantri Widyasari, Yelovin Piesesha, Hidayanti Fitrianingsih dan Martinel Prihastuti. (antara)



Pelatih Jepang Tangani Karateka Sea Games XXV

Ketua Bidang Pembinaan Prestasi PB Forki (Pengurus Besar Persatuan Olahraga Karate Indonesia ), Madju Dharyanto, mengatakan, 21 atlet pelatnas akan kedatangan pelatih dari Jepang.

"Federasi Karate Jepang (JKF) mengirim pelatih Yasuhisa Inada untuk menangani atlet pelatnas SEA Games XXV Laos nantinya," ujar Madju Dharyanto di Jakarta, Kamis (1/10).

Kedatangan Yasuhisa diterima PB Forki melalui email tertanggal 1 Oktober dengan melampirkan beberapa prestasi yang dimiliki selama menjadi atlet nasional Jepang dari JKF. (harian terbit)


FORKI Papua Galang Dana Bangun Dojo

Federasi Olah Raga Karate Indonesia (FORKI) Papua tengah berupaya menggalang dana dan dukungan dari sejumlah pihak untuk membangun dojo atau tempat latihan karate dalam rangka menggali potensi atlet-atlet karate Papua.

"Kami sedang berusaha agar FORKI di Papua memiliki tempat latihan sendiri agar kegiatan pembinaan dan pelatihan bagi atlet-atlet Papua bisa berjalan optimal," ujar Ketua Pengurus Daerah FORKI Papua, W.Ch.Rumbino .

Menurutnya, selama ini kegiatan latihan karate yang diselenggarakan sejumlah perguruan, khususnya di Kota Jayapura dan sekitarnya agak tersendat disebabkan tidak tersedianya tempat latihan dan fasilitas yang memadai. (qbheadlines.com)

READ MORE - Info Karate

Kamis, 18 Juni 2009

Kejuaraan Karate Walikota Cup 3  

0 komentar


Pengda FORKI Banjarmasin akan menggelar Kejuaraan Karate Walikota Banjarmasin Cup 3 - 2009, medio Agustus mendatang.

Rencananya, kejuaraan kali ini mengundang peserta dari tingkat ranting semua perguruan di Kalimantan Selatan. Kategori pertandingan, mulai dari usia dini hingga senior (maks 24 tahun).

Informasi selanjutnya, akan dipublikasikan dalam waktu dekat.

READ MORE - Kejuaraan Karate Walikota Cup 3

Indonesia Target Juara I Taikai Shorinji Kempo  

0 komentar

Indonesia akan memasang target juara I dalam pertandingan `Taikai Shorinji Kempo` yang akan diikuti 33 negara di Denpasar Bali, 25-26 Juli 2009.

Wakil Sekjen II Pengurus Besar (PB) PERKEMI Jakarta, Donisius Situmorang di Jakarta, mengatakan, target tersebut optimistis tercapai karena berdasarkan pengalaman tahun sebelumnya tim kempo Indonesia mencatat prestasi nomor dua dunia setelah Jepang.

"Kita optimistis karena kebetulan pula penyelenggaraan kompetisi ini sangat spesifik," katanya.

Ia menyatakan, nomor-nomor yang akan dipertandingkan guna memperebutkan medali emas, perak dan perunggu itu adalah kategori `kerapihan teknik` kempo pada Embu (tingkatan) berpasangan untuk putra dan putri.

Masing-masing Embu putra mulai dari 1 Dan hingga 4 Dan, sedangkan untuk Embu putri mulai dari 1 Dan hingga 3 Dan.

Ia mengatakan, para atlit yang disiapkan untuk mengikuti pertandingan bergengsi internasional itu merupakan atlet yang masuk dalam peringkat I, II dan III kejuraan nasional kempo terbuka (Indonesia open) di Denpasar Bali, 20-22 Juli 2009.

Sebagai tuan rumah pertama dalam penyelenggaran pertandingan tersebut, Indonesia cukup bangga. Sebelumnya kejuaraan ini pernah digelar di Jepang, Perancis dan Amerika Serikat.

"Jepang menawarkan ke Indonesia karena juga termasuk pengurus World Sorinji Kempo Organization (WSKO) sedangkan biaya penyelenggaraannya ditangung oleh mereka," katanya.

Peserta akan berasal dari masing-masing provinsi sementara itu peserta yang sudah mendaftar adalah berasal dari Sumatera Utara, DKI Jakarta dan Jawa Timur.

Agenda Nasional Shorinji Kempo
  • Gashuku Nasional Wilayah III (DKI Jakarta, Jawa Barat, D.I. Yogyakarta dan Jawa Tengah) dan Ujian Kenaikan Tingkat (menuju I-Kyu s/d II-DAN) Tahun 2009 dilaksanakan di Kota Serang Provinsi Banten, pada tanggal 19-21 Juni 2009 yang bertempat di Gedung PSBB (Pusat Sarana Belajar Bersama), Jl. Ciwaru Raya No. 1A, Serang-Banten, Telp/Fax : 0251-227686.
  • Ujian DAN. Dalam rangka persiapan menghadapi Ujian Kenaikan Tingkat menuju IV s/d. V DAN, pada tgl. 27 Juli 2009 di Denpasar Bali, Dewan Guru PB PERKEMI menyelenggarakan Latihan penyeragaman dan penyempurnaan bagi para Yudansha tingkat III-DAN ke atas terutama yang akan mengikuti ujian. Waktu pelaksanaan latihan pada tgl. 13 - 14 Juni 2009 bertempat di Pusdiklat Kempo Pondok Gede mulai pukul 07.00 WIB s/d selesai, dengan biaya kontribusi sebesar Rp. 150.000,- per orang.
  • Kejuaraan Nasional Kempo 2009 Terbuka (Indonesia Open 2009) akan diselenggarakan di Denpasar, Bali, Indonesia, dari tanggal 20 Juli 2009 sampai dengan 22 Juli 2009.
sumber: news.id.finroll.com & perkemi.or.id
foto : perkemi.or.id

READ MORE - Indonesia Target Juara I Taikai Shorinji Kempo

Selasa, 16 Juni 2009

18 Perguruan Kuntau Unjuk Kebolehan  

4 komentar


Sebuah pertunjukkan yang jarang terjadi di masa sekarang, khususnya di Kalimantan Selatan. Sebanyak 18 perguruan Kuntau yang ada di Kabupaten Hulu Sungai Utara dan Kabupaten Balangan unjuk kebolehan di tengah masyarakat, Senin, 16 Juni 2009.

Mengambil tempat di Taman Putri Junjung Buih, Amuntai, Kabupaten Hulu Sungai Utara. Masing-masing pelatih dan asisten pelatih dari 18 perguruan yang tergabung Ikatan Pencak Silat Aliran Kuntau (IPAK) menampilkan atraksi Kuntau mereka.

Tak hanya pria dewasa, pesilat Kuntau dari kalangan wanita dan anak-anak pun ambil bagian. Unjuk kebolehan ini pun sangat menarik perhatian masyarakat setempat yang mengerumi arena atraksi.

Setelah masing-masing perguruan menampilkan kebolehan. Dilanjutkan adu Kuntau antarperguruan. Meski kadang tersulut emosi, namun usai pertandingan eksibisi itu para pesilat saling berjabat tangan.

Kegiatan ini diprakarsai LSM Forum Komunikasi Agung, menurut Ketua IPAK HSU Said Fahruraji, IPAK berdiri sejak 3 Februari 2009, tujuannya untuk menjalin silaturahmi antarperguruan silat Kuntau di dua kabupaten.

Sementara atrakasi yang dilakukan sebagai media promosi kepada masyarakat tentang seni budaya daerah yang mulai terlupakan. Kemudian tukar informasi serta pengalaman anarpesilat Kuntau dan menjaga persatuan serta menumbuhkan motivasi dan pembelaan diri bagi masyarakat.

Adapun perguruan Kuntau yang ambil bagian antar lain, Singa Banteng (Kec Banjang), Pancar Lima (Alabio), Kuda Putih (Murung Panggang), Tapak Budi Suci (Palimbangan Gusti), Kijang Putih (Kayakah), Elang Putih (Teluk Paring), Elang Merah (Janang Kuantan), Tanah Barantai (Palanjungan Sari).

Sementara itu, upaya membangkitkan Kuntau juga dilakukan di Kota Banjarbaru. Setiap Minggu sore, di Taman Van Der Viejl (dekat lokasi Minggu Raya) sejumlah pesilat Kuntau memperlihatkan kemampuan mereka pada masyarakat.

sumber & foto : Barito Post



READ MORE - 18 Perguruan Kuntau Unjuk Kebolehan

Selasa, 09 Juni 2009

Pencak Silat Bukan Olahraga Asli Indonesia?  

0 komentar


Ketua Persekutuan Pencak Silat Antar Bangsa (PERSILAT), Mayor Jenderal Purnawirawan (Pur) Eddie M Nalapraya, meminta pemerintah deklarasikan pencak silat sebagai olahraga asli Indonesia.

"Pemerintah juga hendaknya memperjuangkan pencak silat dapat dipertandingkan pada tingkat Asian Games dan Olimpiade," kata Eddie Nalapraya, di Jakarta, Sabtu (16/5). Selain itu, pemerintah juga diharapkan dapat menjadikan pencak silat sebagai olahraga yang menarik dan digemari oleh masyarakat dunia. Dengan dideklarasikan menjadi olahraga asli Indonesia, menurut dia, maka pencak silat akan menjadi sebuah olahraga yang memiliki nilai lebih dibandingkan dengan cabang lainnya.

"Melihat kondisi politik saat ini, kami mengingatkan kembali agar para fungsional PB Ikatan Pencak silat Indonesia (IPSI) sekarang untuk tidak melupakan cita-cita para pendiri IPSI," kata mantan Wagub DKI Jakarta periode 1998-2003 itu. Pemerintah diharapkan mampu mempersatukan dan membina seluruh perguruan, melestarikan dan mengembangkan pencak silat beserta nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.

Selain itu, kata Eddie, juga menjadikan pencak silat sebagai sarana pembangunan bangsa dan watak (Nation and Character building) dan tidak terlibat politik praktis. Diharapkan semangat dan kebersamaan yang dicita-citakan oleh pendiri silat dapat dipelihara dengan, baik bahkan kalau perlu ditingkatkan," ujar Eddie Nalapraya yang sewaktu masih menjabat Ketua Harian PB IPSI memprakarsai PERSILAT. Ia kembali berharap dukungan dan peran aktif pemerintah serta swasta dalam membina pencak silat, khususnya dukungan dana.

Membaca artikel yang dikutip dari mediaindonesia.com di atas, timbul pertanyaan...
berarti selama ini pencak silat belum diakui/diresmikan pemerintah sebagai olahraga asli Indonesia?

READ MORE - Pencak Silat Bukan Olahraga Asli Indonesia?

Sopir Jadi Bintang Film Silat  

0 komentar

Berangkat dari atlet pencak silat, Iko Uwais kini jadi pemain film. Dia menjadi bintang pendatang baru dalam ajang film laga layar lebar nasional, Merantau.

Ia merasa senang karena film tersebut juga bakal diputar di negara lain, tak hanya di Indonesia. "Bukan karena saya akan terkenal, tetapi karena pencak silat, olahraga tradisional

Indonesia akan dikenal orang. Itu yang membuat saya senang," ungkap Iko bungah. Iko dipilih membintangi Merantau oleh sutradara asal Inggris, Gareth Huw Evans, yang sebelumnya sudah tertarik oleh Pencak Silat ketika membuat karya dokumenter tentang seni bela diri tersebut.

"Tidak pernah terpikir sebelumnya untuk bermain dalam film silat. Padahal setiap hari saya bergelut dengan silat, silat dan silat," kata Iko di sela-sela diskusi film Merantau di FISIP, UI, Depok, beberapa hari lalu.

Dalam film tersebut, Iko akan berperan sebagai seorang lelaki asal Sumatera Barat,bernama Yudha yang sudah menjadi tradisi untuk merantau saat-saat menjelang dewasa. Film yang akan diputar di Cannes Film Festival 2009 itu juga akan dibintangi aktris Christine Hakim dan Donny Alamsyah, akan mengisahkan berbagai suka duka Yudha dalam perantauannya, hingga akhirnya ia harus bertemu dan mengadu jiwa dengan berbagai penjahat.

Untuk mengenal lebih jauh siapa sosok Iko, inilah.com berbincang dengannya. Berikut petikannya:

Ini debut film Anda. Susah tidak berakting? Di film ini saya memerankan tokoh yang minim dialog. Tetapi akan banyak beraksi. Memang ada sih dialog, dan ini memang rada susah. Karena latar belakang saya memang atlet pencak silat.Makanya, sebelum berakting di film ini, saya kursus akting dulu kepada Bang Eka Sitorus. Di sana saya banyak belajar tentang akting. Tetapi ya tetap sih kayaknya masih kagok gitu... Hehehe.Yang paling susah menghapal dialog sesuai dengan skenario. Karena ini pekerjaan baru saya. Tetapi, untuk bisa orang harus belajar, dan saya belajar keras untuk itu.

Memang latar belakang Anda apa, sih? Saya atlet pencak silat. Pernah tergabung di Pelatda DKI. Pernah mengikuti beberapa kejuaraan. saya sendiri lulusan SMA dan sempat bekerja sebagai driver (sopir) di sebuah perusahaan telekomunikasi. Makanya, kaget juga ketika ditawari untuk main film. Saya bersyukur kepada Allah SWT, atas kepercayaan yang diberikan. Mudah-mudahan saya bisa memberikan yang terbaik untuk film ini. Yang jelas, karena kesibukan di film ini sekarang saya sudah tidak jadi sopir lagi.

Wah hebat. Siap jadi artis, dong? Saya lebih suka jadi pemain film. Kalau jadi artis nggak kayaknya. Hehehe.... Tetapi, memang kalau ada rejekinya di sini (di dunia film), ya saya akan jalankan dengan sebaik-baiknya.Alhamdulillah, penghasilan saya bermain di film ini memang jauh lebih besar ketimbang menjadi deiver. Tetapi, semua ini saya anggap adalah rezeki dari Tuhan. Makanya, saya harus bisa memegang amanat itu dengan baik.

Berakting di film ini, sempat cedera ya katanya? Ya, sama saja saat saya latihan pencak silat, ya sering juga cidera. Tetapi, cederanya paling pegal-pegal atau memar. Tidak sampai cidera yang serius atau gawat. Yang pasti saya bersemangat sekali bermain di film ini. Bukan karena film ini akan membuat saya jadi terkenal, tetapi karena film ini mengangkat tentang olahraga pencak silat. Saya berharap, olahraga pencak silat bisa dikenal luas oleh masyarakat internasional.Ini membanggakan juga untuk Indonesia. Makanya, saya semangat untuk bermain sebaikmungkin di film ini.

Kalau sudah jadi artis, nanti pencak silatnya, bagaimana? Ya, tetap saja latihan. Sampai sekarang pun, meski sibuk syuting ya saya tetap latihan pencak silat. Memang tidak di perguruan tetapi latihan sendiri. Minimal dua jam per hari.

Senang pencak silat mulai, kapan? Sejak saya masih kecil. Sebab, kakek, paman, dan ayah saya juga menggeluti olahraga pencak silat. Jadi sejak kecil, saya sudah sering melihat mereka latihan. Nah, sejak SD, kelas 5 atau kelas 6 gitu, saya sudah ikut latihan pencak silat.

Sumber: inilah.com


READ MORE - Sopir Jadi Bintang Film Silat

Selasa, 26 Mei 2009

Diklat Wasit & Pelatih Taekwondo  

0 komentar


Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) mengelar Pendidikan Kilat (Diklat) Pelatih dan Wasit nasional di Yogyakara, 26-31 Mei 2009.

Materi Diklat yaitu Pelatih Nasional Tk Dasar dan Madya, Wasit Nasional Pomsae, Penyegaran Wasit Nasional Pomsae dan Diklat Penguji Nasional.

Kegiatan ini diikuti sejumlah pengurus daerah di Indonesia, sementara dari Pengda TI Kalimantan Selatan akan mengirimkan 4 taekwondoin senior, dua di antaranya Sabeom Nim Jufhari (Dan IV), Sabeom Iwan Gunawan (Dan III).

Keikutsertaan ini sebagai upaya menambah ilmu dan wawasan serta memperoleh kesempatan para wasit untuk berpartisipasi dalam setiap even nasional.

READ MORE - Diklat Wasit & Pelatih Taekwondo

Jumat, 22 Mei 2009

Kejurnas Karate Terbuka Walikota Surabaya Cup  

1 komentar

Sebagai rangkaian memperingati hari jadi Kota Surabaya tahun 2009 dan sesuai program kerja FORKI Surabaya, sekaligus wadah dalam menggairahkan para pembina karate untuk dapat melihat sejauh mana pembinaan yang telah dilakukan, maka direncanakan "Kejuaraan Nasional Karate Terbuka Piala Walikota Surabaya tahun 2009".

Waktu pelaksanaan 19-21 Juni 2009 di GOR Hayam Wuruk, Kodam V Brawijaya. Kategori dipertandingkan :
Kata Perorangan dan Beregu serta Kumite
  • Usia Dini ( 8 - 9 tahun )
  • Pemula I ( 10 - 11 tahun ), Pemula II ( 12 - 13 tahun )
  • Cadet ( 14 - 15 tahun )
  • Yunior ( 16 - 17 tahun )
  • Under 21 ( 18 - 20 tahun )
  • Senior
Peserta pertandingan adalah Pengprov Perguruan, Pengcab Perguruan, Instansi, Sekolah dan Ranting yang terdaftar sebagai anggota FORKI.

Untuk Informasi lebih lanjut bisa menghubungi Tempat Pendaftaran ( 1 Mei - 17 Juni 2009 ) DOJO FORKI Jatim, Jl. Kertajaya Indah 77 Surabaya, Telp. (031) 5922319, 72705315, 70417285, 08155504713 ( up. Sdr. Elias Tande ).

source : hatarykarate.com


READ MORE - Kejurnas Karate Terbuka Walikota Surabaya Cup

Jumat, 15 Mei 2009

Gashuku & Ujian Dan Nasional Inkanas  

0 komentar

Sebanyak 256 karateka mengikuti kegiatan Gashuku serta Ujian Dan Nasional Intitut Karate-Do Nasional (Inkanas) yang berlangsung di komplek Yonif/300 Raider Banjar Kedaton (RBK), 13-17 Mei 2009.

Kegiatan itu diikuti karaketa-karateka dari berbagai daerah di Jawa Barat. Hadir dalam kesempatan tersebut Kapolda Jabar, Irjen Pol Drs. Timur Pradopo sekaligus membuka kegiatan, Unsur KONI Jawa Barat, KONI Cianjur, Wakil Bupati Cianjur, Dadang Sufianto, Sekda Cianjur, Maskana Sumitra, serta tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Kapolda Jabar, Irjen Pol Timur Pradopo yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Inkanas Jawa Barat mengatakan, saat ini Inkanas Jawa Barat juga akan melaksanakan pemusatan latihan bagi atlet yang akan mengikuti berbagai even pertandingan yakni pertandingan olimpiade olahraga tingkat SD, SMP dan SMA serta Kejurnas Forki piala Mendagri dan Mendiknas tahun 2009 di Lampung.

“Saya melihat, kegiatan Gashuku dan Ujian Dan Nasional yang dilaksanakan di Jawa Barat begitu lengkap. Dimulai dari pembinaan atlet, pembinaan sabuk hitam dan pelantikan pengurus serta dalam materi Gashuku juga akan dilaksanakan sosialisasi peraturan perwasitan yang terbaru dari WKF (World Karate Federation) dan penataran pelatih oleh ahli Phusical Training MR. Gregory Wilson,” kata Kapolda.

Pihaknya optimistis, perguruan Inkanas akan menelorkan atlet-atlet berprestasi yang akan mengharumkan nama bangsa dan negara di arena internasional. “Karate bukan lagi sekadar olahraga beladiri tradisional yang sarat dengan fanatisme. Namun, karate juga merupakan olahraga prestasi yang harus didukung dengan ilmu pengetahuan,” paparnya.

Menurut Kapolda, seorang karateka semakin tinggi tingkatan sabuknya harus mampu menguasai dirinya dan tidak menggunakan kekerasan dalam bertindak sebagaimana yang diajarkan oleh pendiri karate Ginchin Funakoshi.

“Kepalan digunakan sebagai sebuah pilihan akhir di mana rasa kemanusiaan dan keadilan sudah tidak mampu mengatasinya. Tetapi jika tinju digunakan sembarangan tanpa pertimbangan, maka orang yang menggunakannya akan kehilangan rasa hormat dari orang lain dan memberikan keburukan baginya,” ujar Kapolda.

Selain membuka kegiatan Gashuku serta ujian Dan nasional Inkanas, Kapolda juga melantik pengurus Daerah Inkanas Jawa Barat, Pelantikan Ketua Cabang Khusus dan Pelantikan Kapolres Selaku Ketua Cabang Inkanas se-Jawa Barat.

source: jurnalbogor.com
READ MORE - Gashuku & Ujian Dan Nasional Inkanas

Target 4 Emas Sea Games Laos  

0 komentar


Federasi Olahraga Karate Indonesia (FORKI) targetkan empat medali emas pada SEA Games Laos, Desember mendatang. Ketua bidang pembinaan dan prestasi FORKI Madju Dharyanto menilai peluang perolehan medali masih tetap ada, meskipun persiapan terkesan jauh lebih buruk dibandingkan dua tahun lalu. "Saya rasa kita masih bisa memperbaiki prestasi dari tahun lalu," katanya.

Menurut Madju peluang medali akan datang dari karateka andalan Indonesia, Umar Syarief, yang kini sedang mengikuti sirkuit di Eropa. Peluang lainnya datang dari Donny Darmawan yang juga diunggulkan pada kejuaraan Asian Martial Art Games (AMAG) 2009 di Bangkok, Thailand, Agustus mendatang. "Sedangkan peluang lainnya akan datang dari nomor-nomor kata," katanya.

Target seperti ini sebenarnya sama seperti yang diusung FORKI untuk SEA Games Thailand dua tahun lalu. Sayangnya waktu itu, Indonesia akhirnya hanya bisa merebut dua emas. Sisanya, satu perak dan emas perunggu. Kala itu, dua emas dipersembahkan tim kata putra dan Ismail Anwar.

source: cinta-olahraga-indonesia.blogspot.com
READ MORE - Target 4 Emas Sea Games Laos

Jumat, 08 Mei 2009

Tarung Wushu Di Keramaian  

0 komentar


Jika biasanya pertandingan seni beladiri dilangsungkan di gedung olahraga, kali ini beda. Sejumlah atlet Wushu Kalimantan Selatan bertarung di pusat perbelanjaan sekelas mall. Ya, mereka adu kemampuan di Atrium Duta Mall, Banjarmasin, pada 12-13 Mei 2009.

Pemilihan arena di tempat keramaian ini memang salah satu cara Pengda Wushu Kalsel untuk mempromosikan seni beladiri asal negeri tirai bambu tersebut. Makanya, selain pertandingan, di mall tersebut ditampilkan pula atraksi Wushu dari atlet Sea Games 2005 (Heryanto), barongsai dan kontes 'Jet Lee' cilik.

Perhelatan Wushu ini bertujuan menyaring atlet Kalsel yang akan diturunkan pada Kejuaraan Wushu Piala Raja Yogya pada 27 Mei-3 Juni 2009 di GOR Universitas Yogyakarta. Atlet yang diseleksi sebanyak 21 orang masing-masing di kelas chang quan (tangan kosong), golok, pedang, toya dan tai chi. Dari 21 atlet tersebut akan dipilih 10 atlet.

Setelah Piala Raja Yogya, para atlet juga disiapkan untuk Piala Menpora II, September mendatang di Makasar.
READ MORE - Tarung Wushu Di Keramaian

Hotnews Karate  

0 komentar

Indonesia Juara Umum Asia SMA Cup II-2009
Kontingen Indonesia, Minggu (3/5) tengah malam, akhirnya keluar sebagai juara umum Kejuaraan Karate Asia SMA Cup II-2009 yang diikuti delapan negara dan berlangsung di Indoor Sports Centre, Kuala Lumpur, Malaysia.
Dari 39 medali emas yang diperebutkan untuk kategori yunior dan senior, Kontingen Indonesia membawa pulang 12 medali emas, 9 perak, dan 9 perunggu dari kejuaraan karate Asia tahunan tersebut. Sementara itu, tuan rumah Malaysia—yang juga menurunkan karateka-karateka nasional yang dipersiapkan untuk SEA Games XXV-2009 Laos—hanya mampu memperoleh 9 medali emas, 16 perak, serta 37 medali perunggu.
Dua medali emas terakhir, yang menentukan keunggulan kontingen Indonesia dari kontingen tuan rumah Malaysia, diraih oleh Hendro Salim dan Irwansyah setelah mereka mampu lolos ke babak kumite kelas -80 kilogram. Keduanya menentukan final sesama Indonesia setelah masing-masing mampu mengalahkan karateka Singapura, Mohsen Oliver Micheal, serta Nawaf Alhindal (Kuwait).
Satu medali emas lainnya diperoleh di nomor kumite beregu putra, juga hasil final sesama karateka Indonesia. Tim Indonesia A yang terdiri dari Donny Dharmawan, Ismail Aswar, dan Hendro Salim keluar sebagai juara pertama diikuti tim Indonesia D yang terdiri dari Irwansyah, Brajamusti, serta Alin yang meraih medali perak. Medali perunggu kumite beregu putra diraih tim Malaysia B serta tim Indonesia B yang terdiri dari Zelofin, Djintar Simanjuntak, dan Risky Rafael.

Ke-12 medali emas berikut 9 perak dan 9 medali perunggu tersebut sudah termasuk medali yang diperoleh dari tim Padang yang masing-masing memperoleh 1 emas, 1 perak, dan 1 perunggu. Tim DKI Jakarta juga membawa pulang 1 medali emas, 1 perak, dan 1 medali perunggu.
Dengan demikian, sisanya—10 medali emas, 7 perak, dan 7 medali perunggu—diraih karateka nasional yang kini mengikuti Pemusatan Latihan Nasional (Petlatnas) Terpadu KONI Pusat di GOR Sempaja, Samarinda, Kalimantan Timur, sejak awal Maret lalu.
”Saya tidak memberikan target pada mereka karena kalau mau medali bisa beli di Pasar Senen. Tetapi, di sini mereka harus bermain dan memberikan penampilan terbaik mereka setelah didadar hampir lebih dari dua bulan di Pelatnas SEA Games XXV-2009 Laos,” kata Jack Monang Napitupulu, Ketua Kontingen Indonesia.
Dari delapan negara yang ambil bagian di Kejuaraan Karate Asia Sports Master Athlete (SMA) II-2009 itu, hanya dua negara yang pulang tanpa satu medali pun. Kedua negara tersebut adalah Nepal dan India.Tuan rumah Malaysia menempati peringkat kedua perolehan medali SMA Cup II-2009 dengan 9 medali emas, 16 perak, serta 37 medali perunggu. Kuwait yang berada di urutan ketiga merebut 4 emas, 3 perak, dan 3 perunggu.

source: kompas.com

Quantum Master Karate Tournament 2009

Total hadiah Rp70 juta! Demikian prize yang akan dibagikan kepada para juara di turnamen karate yang akan digelar 27 Juni 2009 di Padepokan Pencak Silat Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta.

Berminat menguji kemampuan? Lebih jelasnya klik di sini
READ MORE - Hotnews Karate